Hai yang disana! Sudah lama kita tidak berjumpa. Apa kamu masih inget aku? Kalau aku sih masih inget kamu sebagai best part dalam cerita hidupku.
Aku tahu pertemuan kita dulu cuma sebentar, dan setelah itu aku ngga punya kesempatan yang lebih buat mengenalmu lebih dalam. Tapi satu hal yang aku ingat dalam benakku, kamu adalah orang baik dari segala sisi. Semoga kamu ngga akan pernah menghancurkan persepsi baikku terhadap kamu yaaa. Dan asal kamu tahu, persepsiku yang melihatmu sebagai laki-laki tanpa cela membuatku sulit melihat laki-laki lain yang lebih baik dari kamu.
Oh ya, kamu apa kabar? Ingin rasanya aku bertanya hal ini. Tapi aku terlalu takut, akan segala konsekuensinya. Jadi aku lebih memilih diam.
Ingin aku bertanya, bagaimana kabar skripsimu? Semoga selalu lancar yaaa. Semoga kita bisa bertemu saat wisuda nanti.
Sedihnya, dari sekian banyak harapan yang aku buat tentangmu membuatku tersadar akan satu hal...terlalu sulit buatku bahkan untuk menggapai sebatas punggungmu saja.
Namun aku masih berharap, dari segala kerumitan yang ada di dunia ini...aku ingin mencintaimu dengan sederhana.
Dari aku, yang pernah menyelipkan namamu dalam doa secara diam-diam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar