Life is mystery. Tomorrow is mystery. Sampai
detik ini saya kadang masih ngga menyangka dalam dua hari hidup saya bisa
berubah. Semua ini berawal dari postingan job vacancy yang dikirim seorang teman
ke grup angkatan. Di poster job vacancy itu sedang dicari human capital
generalist (HCG) sebuah startup berbasis edutech. Disalah satu requirtment-nya
menyebutkan fresh graduate are welcomed. Saat melihat informasi ini, timbul
perdebatan dalam diri saya. Disatu sisi melihat ini sebagai kesempatan, tapi
disisi lain saya masih punya keraguan. Setelah beberapa saat berkonflik dengan
diri saya sendiri, saya memutuskan untuk mendaftar job vacancy tersebut di last
minute.
“Okay, let’s give it a try first, za!” pikir
saya waktu itu
Sekitar 1 jam kemudian, saya mendapat pesan whatsapp
dari nomer tak dikenal hanya tulisan ‘selamat malam’. That’s all. Saya
bertanya-tanya siapa nomer asing ini. Insting saya menyuruh saya mengecek
poster job vacancy tersebut. Setelah saya mencoba kembali cek ke poster job
vacancy tersebut, ternyata itu berasal dari contact person di poster tersebut.
Saya membalas pesan tersebut dan kemudian dibalas lagi oleh orang tersebut dan
mengatakan bahwa saya mendapat interview call dimana interview akan
dilakukan….besok jam 9. Wow what is this? Tanya saya dalam hati. Selayaknya
orang yang pertama kali dapet panggilan interview, hati saya deg-degan malam
itu. Sebelum tidur saya mencoba browsing-browsing segala kemungkinan yang besok
terjadi di interview. Walaupun rasanya sedikit susah tidur, tapi malam itu saya
paksakan tidur supaya besok bisa bangun pagi.
Keesokan harinya, saat itu hari jumat, saya
melakukan interview seperti biasa. Saya diinterview oleh dua orang mas-mas.
Setelah pulang wawancara…..hmmm ya udah. I tried to make it as usual. Kalo
diterima ya syukur, kalo enggak yaa gapapa juga.
Dua hari kemudian, atau hari minggu saat itu sekitar
pukul 10 pagi saya kembali mendapat pesan whatsapp dari mas-mas contact person
tadi. Dia mengatakan yang intinya dia memberikan sebuah task ke saya membuat
dua essay dengan tema yang sudah ditentukan dan menemui dia pukul 4 Sore hari
itu juga. Wow what is this? Pikir saya lagi. Tapi saya ngga mikir panjang, saya
berusaha membuat dua paper itu sebaik yang saya bisa walaupun otak saya
akhirnya panas juga udah lama ngga dipaksa bekerja sekeras itu sejak beberapa
bulan terakhir menulis skripsi.
Sore harinya, saya menemui beliau. I looked
around me. Cuma saya sendiri? Mana kandidat lain? Yang saya ekspektasikan saat
itu adalah saya akan bertemu kandidat lain dan kami akan FGD berdasarkan paper
yang saya buat tadi. Tapi….kok saya sendiri.
So, bertemulah saya dengan mas-mas ini ngobrol
di gazebo. Dia meminta saya untuk menjelaskan secara lisan paper saya IN
ENGLISH. I was taken a back for a second. Why so sudden? But yeah, finally I
tried to explain it with bahasa inggris yang berantakan. Malu banget pokoknya
kalo diinget-inget.
Setelah itu mas-nya tuh menjelaskan beberapa
hal lagi tapi jujur saya lupa nih dia bahas apa aja soalnya waktu itu otak saya
mikir keras ini maksudnya pertemuan ini buat apa sih. Hingga akhirnya dia
bilang “besok ketemu saya yaaa di FEB jam 1 siang untuk tanda tangan kontrak?”
Jadi….saya diterima? Pikir saya.
Pulang-pulang saya merasa excited tapi
deg-degan juga.
Malam harinya mas-mas ini mengirimkan sebuah
dokumen berisi PKWT dan job description posisi ini.
Secepat ini? Pikir saya.
Keesokan harinya saya menemui mas-mas ini di FEB
yang ternyata adalah kampus dia sendiri. Hey he is still being student there!!
(dalam hati saya mikir boleh juga nih masih mahasiswa udah nyoba buat bikin
startup dan saya masih mikir ini masnya anak magister). Setelah tanda tangan
itu kami ngobrol-ngobrol sedikit dan saya digambarkan tentang struktur startup
ini nantinya.
Waktu ngliat strukturnya, saya melihat posisi
saya…..wait! Am I the only one as human capital generalist here? He said yes,
dan atasan langsung saya adalah mas-mas contact person ini yang tak lain adalah
CEO saya. Mau ngakak ngga sih? Kemarenan waktu wawancara saya sama sekali ngga
punya gambaran siapa dia hahaha.
Setelah dari FEB, saya diajak ketemu dengan dua
orang mas-mas lain yang juga founder dari project ini. Disitu kita kumpul
berempat and I found that kita tuh seangkatan semua.
Keesokan harinya, I got my first task yaitu
tanggung jawab di rekrutmen posisi-posisi yang kita cari. The reason why para
founder ini nyari HCG dulu tuh sebenernya karena proses rekrutmen yang masih
berjalan ini bisa dihandle sama HCG juga. Di awal-awal hari saya ini saya
mengerjakan banyak hal mulai dari bikin tools interview, mengatur jadwal
interview, sampai menghubungi para kandidat. You know di awal-awal hari ini
tubuh saya bereaksi seperti hal-nya waktu jaman skripsi-an dulu. Mual-mual,
tidur ngga tenang, even I lost my appetite. I guess it’s stress karena adaptasi
lingkungan baru kali yaaa.
But yeah, time flies. Ngga kerasa masa
percobaan saya selama sebulan sudah selesai. Sedikit banyak hal sudah saya
alami di masa-masa awal ini. Dari mulai pengalaman bertemu orang baru sampe
ditinggal orang yang udah nyaman sebelum project di mulai. Wow kok bisa? Yah,
apapun bisa terjadi di hidup ya kan? Intinya saya berusaha menikmati dan
memaknai setiap proses dinamika di awal-awal saya bekerja di start-up ini. Then
now I am looking forward another experience if they decide to continue my
contract.
Sometimes we don’t know what will happen next.
The one thing that we should do is to prepare ourselves. The question is… are
we prepared enough?