Jumat, 22 Maret 2019

How Can My Life Changed in Just Two Days : First Job Story


Life is mystery. Tomorrow is mystery. Sampai detik ini saya kadang masih ngga menyangka dalam dua hari hidup saya bisa berubah. Semua ini berawal dari postingan job vacancy yang dikirim seorang teman ke grup angkatan. Di poster job vacancy itu sedang dicari human capital generalist (HCG) sebuah startup berbasis edutech. Disalah satu requirtment-nya menyebutkan fresh graduate are welcomed. Saat melihat informasi ini, timbul perdebatan dalam diri saya. Disatu sisi melihat ini sebagai kesempatan, tapi disisi lain saya masih punya keraguan. Setelah beberapa saat berkonflik dengan diri saya sendiri, saya memutuskan untuk mendaftar job vacancy tersebut di last minute.

“Okay, let’s give it a try first, za!” pikir saya waktu itu

Sekitar 1 jam kemudian, saya mendapat pesan whatsapp dari nomer tak dikenal hanya tulisan ‘selamat malam’. That’s all. Saya bertanya-tanya siapa nomer asing ini. Insting saya menyuruh saya mengecek poster job vacancy tersebut. Setelah saya mencoba kembali cek ke poster job vacancy tersebut, ternyata itu berasal dari contact person di poster tersebut. Saya membalas pesan tersebut dan kemudian dibalas lagi oleh orang tersebut dan mengatakan bahwa saya mendapat interview call dimana interview akan dilakukan….besok jam 9. Wow what is this? Tanya saya dalam hati. Selayaknya orang yang pertama kali dapet panggilan interview, hati saya deg-degan malam itu. Sebelum tidur saya mencoba browsing-browsing segala kemungkinan yang besok terjadi di interview. Walaupun rasanya sedikit susah tidur, tapi malam itu saya paksakan tidur supaya besok bisa bangun pagi.

Keesokan harinya, saat itu hari jumat, saya melakukan interview seperti biasa. Saya diinterview oleh dua orang mas-mas. Setelah pulang wawancara…..hmmm ya udah. I tried to make it as usual. Kalo diterima ya syukur, kalo enggak yaa gapapa juga.

Dua hari kemudian, atau hari minggu saat itu sekitar pukul 10 pagi saya kembali mendapat pesan whatsapp dari mas-mas contact person tadi. Dia mengatakan yang intinya dia memberikan sebuah task ke saya membuat dua essay dengan tema yang sudah ditentukan dan menemui dia pukul 4 Sore hari itu juga. Wow what is this? Pikir saya lagi. Tapi saya ngga mikir panjang, saya berusaha membuat dua paper itu sebaik yang saya bisa walaupun otak saya akhirnya panas juga udah lama ngga dipaksa bekerja sekeras itu sejak beberapa bulan terakhir menulis skripsi.

Sore harinya, saya menemui beliau. I looked around me. Cuma saya sendiri? Mana kandidat lain? Yang saya ekspektasikan saat itu adalah saya akan bertemu kandidat lain dan kami akan FGD berdasarkan paper yang saya buat tadi. Tapi….kok saya sendiri.

So, bertemulah saya dengan mas-mas ini ngobrol di gazebo. Dia meminta saya untuk menjelaskan secara lisan paper saya IN ENGLISH. I was taken a back for a second. Why so sudden? But yeah, finally I tried to explain it with bahasa inggris yang berantakan. Malu banget pokoknya kalo diinget-inget.

Setelah itu mas-nya tuh menjelaskan beberapa hal lagi tapi jujur saya lupa nih dia bahas apa aja soalnya waktu itu otak saya mikir keras ini maksudnya pertemuan ini buat apa sih. Hingga akhirnya dia bilang “besok ketemu saya yaaa di FEB jam 1 siang untuk tanda tangan kontrak?”

Jadi….saya diterima? Pikir saya.

Pulang-pulang saya merasa excited tapi deg-degan juga.

Malam harinya mas-mas ini mengirimkan sebuah dokumen berisi PKWT dan job description posisi ini.

Secepat ini? Pikir saya.

Keesokan harinya saya menemui mas-mas ini di FEB yang ternyata adalah kampus dia sendiri. Hey he is still being student there!! (dalam hati saya mikir boleh juga nih masih mahasiswa udah nyoba buat bikin startup dan saya masih mikir ini masnya anak magister). Setelah tanda tangan itu kami ngobrol-ngobrol sedikit dan saya digambarkan tentang struktur startup ini nantinya.

Waktu ngliat strukturnya, saya melihat posisi saya…..wait! Am I the only one as human capital generalist here? He said yes, dan atasan langsung saya adalah mas-mas contact person ini yang tak lain adalah CEO saya. Mau ngakak ngga sih? Kemarenan waktu wawancara saya sama sekali ngga punya gambaran siapa dia hahaha.

Setelah dari FEB, saya diajak ketemu dengan dua orang mas-mas lain yang juga founder dari project ini. Disitu kita kumpul berempat and I found that kita tuh seangkatan semua.

Keesokan harinya, I got my first task yaitu tanggung jawab di rekrutmen posisi-posisi yang kita cari. The reason why para founder ini nyari HCG dulu tuh sebenernya karena proses rekrutmen yang masih berjalan ini bisa dihandle sama HCG juga. Di awal-awal hari saya ini saya mengerjakan banyak hal mulai dari bikin tools interview, mengatur jadwal interview, sampai menghubungi para kandidat. You know di awal-awal hari ini tubuh saya bereaksi seperti hal-nya waktu jaman skripsi-an dulu. Mual-mual, tidur ngga tenang, even I lost my appetite. I guess it’s stress karena adaptasi lingkungan baru kali yaaa.

But yeah, time flies. Ngga kerasa masa percobaan saya selama sebulan sudah selesai. Sedikit banyak hal sudah saya alami di masa-masa awal ini. Dari mulai pengalaman bertemu orang baru sampe ditinggal orang yang udah nyaman sebelum project di mulai. Wow kok bisa? Yah, apapun bisa terjadi di hidup ya kan? Intinya saya berusaha menikmati dan memaknai setiap proses dinamika di awal-awal saya bekerja di start-up ini. Then now I am looking forward another experience if they decide to continue my contract.


Sometimes we don’t know what will happen next. The one thing that we should do is to prepare ourselves. The question is… are we prepared enough?

Tiba-tiba First Wedding Anniversary!

Time flies. Over one year living in marriage life already! Kata orang kehidupan pernikahan itu kompleks. Dan begitu gue menyelami dunia pern...

Popular Posts