Time flies. Over one year living in marriage life already!
Kata orang kehidupan pernikahan itu kompleks. Dan begitu gue menyelami dunia pernikahan…. Iya memang sekompleks itu! Gue memang baru 1 tahun menikah. Tapi gue bisa bilang yaa kehidupan pernikahan itu memang nano-nano. Ceilah kalimat gue barusan bisa jadi diketawain sama orang yang udah puluhan tahun menikah. But I meant it. So let me share what’s my point of view as a newbie wife.
Dari 1 tahun pernikahan ini, gue belajar banyak hal. Yang pertama adalah gue belajar untuk lebih memahami orang. Dalam hal ini adalah suami, partner gue dalam kehidupan berumah tangga ini. Banyak moment yang akhirnya ngasih insight ke gw kalo ternyata suami gue tipe yang a,b, c, d, sukanya sama e,f,g,h, ngga sukanya sama i,j,k,l. Menurut gue, dalam sebuah hubungan itu perlu ada upaya membahagiakan satu sama lain supaya hubungan selalu hangat. Dengan lebih memahami partner gue, gue lebih ngerti caranya nyengengin dia. Pun dengan hal-hal yang tidak dia sukai pun akan gue hindari demi meminimalisir konflik dan membuat pernikahan ini adem ayem dalam jangka waktu yang lama.
Ngomongin enaknya nikah mungkin jawaban gue bakal mainstream. Se-standar ada teman hidup. But that’s the point. Dulu gue mikir kayak gue fine-fine aja menjalani hidup sendiri. Tapi setelah menikah, I realized that’ it’s more fun when you spend your life with the right one. Even at certain point, it’s easier than before I got married. Se-sederhana bisa berbagi pekerjaan domestik. Gue yang orangnya ngga suka ngepel lantai bisa mendelegasikan tugas itu ke suami. Dia yang suka makanan rumahan, selagi gue bisa gue usahain buat masakin. His life is getting easier ngga perlu cuci-cuci sebanyak dulu waktu masih bujang. Begitu pun dalam berbagi kebahagiaan atau keluh kesah setelah menjalani hari. Ada kelegaan tersendiri kalo udah diceritain ke pasangan. Mungkin kedengeran cetek ya contohnya. Tapi itu hal kecil yang gue syukuri.
Tapi yang namanya pernikahan itu ngga selalu mulus. Ada aja batu-batu kerikil yang kita lewatin di perjalanan ini. Ada kalanya gue punya perbedaan pendapat atau cara pandang sama suami tentang suatu hal. Dengan berlandaskan visi awal supaya rumah tangga ini selalu adem ayem, gue belajar bagaimana untuk berargumen secara sehat, tentu dengan tetap berusaha memahami point of view pasangan. Begitu pun ketika menemui hal eksternal yang bisa bikin gue terganggu atau ngga nyaman. Gue terus belajar untuk lebih asertif mengkomunikasikan apa yang kurang sreg bagi gue. Gue cukup bersyukur sama suami yang orangnya mau mendengarkan kalo gue lagi speak up.
Dari 1 tahun pernikahan ini gue juga belajar bagaimana menurunkan ego untuk menyelesaikan masalah. I used to be a person yang ngga mau kalah dalam segala hal. Once I was getting married, I realized that it’s not all about winning. It’s all about win-win solution. Gue sering bilang ke diri sendiri kayak “it’s okay lho buat mengalah untuk kepentingan bersama.” Ya walaupun saat ini belum selalu bisa dewasa dan bijaksana dalam menyikapi some issues which is gue masih sering bersikap childish, but I am willing to be better day by day. In this time gue mau berterimakasih sama suami gue yang cukup sabar kalo ngadepin gue yang lagi mode bocah 😅 Makasih yaa beb 🙏❤️
Bagi gue, me-maintain pernikahan itu is all about membuka seluas-luasnya pintu maaf. Di pernikahan, kita akan hidup seatap sama orang yang tadinya ngga kenal. Orang tersebut tentu udah melewati banyak hal di hidupnya yang bisa jadi akumulasi hal-hal tersebut membentuk dirinya sampai saat ini. Begitu menikah, baik dan buruk hal dari orang tersebut harus kita terima. Hal baiknya kita syukuri, hal buruknya dimaafkan. Well, sebagai manusia, kita memang ngga luput dari kesalahan. Tapi sikap berani mengakui kesalahan, meminta maaf, dan memperbaiki diri adalah hal yang lebih penting. Semoga sikap tersebut selalu tertanam di diri gue dan suami seumur hidup perjalanan ini.
Pernikahan itu menyatukan dua individu ke dalam satu visi yang sama. As we entered into the world of marriage, we share more hope and dreams. I wish we are always in the same page.
This time gue mau berterimakasih sama suami karena selalu mengajak gue berperan juga dalam pengambilan keputusan yang berhubungan sama cita-cita kita bersama, walaupun gue suka bingung dan takut salah langkah. Thanks’s a lot yaa beb. Semoga pola pikirku makin mateng biar kalo bantu kamu ambil keputusan bisa makin optimal outputnya.
Oh yaa pernikahan itu juga mengajarkan ke gue bagaimana untuk menempatkan diri. Once I got married, I got more roles in my life, as a wife, a daughter in law, a mother (someday), also a part of my husband’s big family. Well, it’s challenging since we have different family background, habit even tradition. Till this second, I still trying to adjust to all of them. It’s clearly can’t be done once in a day, right?
Finally, I’ve been thinking many times, that I feel grateful with just two of us. At last, I wanna grow old with you. Happy first wedding anniversary, my husband! Cheers to many more years full of blessed, happiness, peace and love to come!
With love,
Izza