Sabtu, 12 Mei 2018

Aku dan prinsip berAGAMAku, Kamu dan prinsip berAGAMAmu

Hi there! Udah H-6 Ramadhan nih. InsyaAllah hari-hari Ramadhan kali ini sebagian banyak saya jalani di tanah rantau. Karena urusan skripsi belum kelar, ya udah terima nasib aja lah yaaaa. Yang penting sabar dan ikhlas dijalaninya.

Kali ini saya mau bikin omong kosong aja deh. Berawal dari ke-triggered karena seseorang pengin diskusi agama sama saya. Tanpa mikir dua kali saya bilang please no, dude!

Jadi gini, saya  adalah tipe orang yang selalu menghindar kalo mendiskusikan agama. Kenapa? Karena saya berpikir kalo agama itu udah masuk ranah privasi. Setiap orang punya prinsip yang beda-beda soal agamanya. So, why don't we just respect and do our own principle?

Kenapa tadi saya bilang NO ke dia? Karena saya udah tau arah diskusinya kemana dan itu bertentangan sama prinsip beragama yang saya punya. No need to waste your energy to  talking about something like oil and water, beda dan susah bersatu.

Honestly,  it's unacceptable for me personally tentang orang yang beragama, tapi dia ngga menjalankan ibadah yang diperintahkan agama dengan dalih yang ia yakini sendiri, entah dapet wangsit darimana. Dan ketika saya diajak berdiskusi dengan orang yang seperti itu, he would explain to me that "wangsit", yaa saya bakal bilang mending nggak usah. Karena percuma cuy, kagak bakal nyambung. Dia berpikir dengan logika (kebanyakan sih gitu) sementara saya berpikir dengan believe.

But, what can I do? Saya nggak bisa memaksakan mereka punya prinsip agama seperti saya, yang mempercayai bahwa menjalankan perintah agama adalah wajib dan meninggalkannya berarti mendapat dosa.

"Then what do you do ketika punya temen kayak gitu, Za?"

Ya, saya berteman seperti biasa aja. Dan saya cenderung diam. Dalam artian saya nggak menyinggung masalah itu. Selama ini, saya nggak pernah mencoba "menasehati" temen saya dalam urusan ibadah misal "Eh kok lo nggak salat? Dosa tau bro!"

No, I never say that words. Karena selain itu bersifat personal, percuma juga lo ngomongin orang yang pada dasarnya nggak percaya sama hal itu. Dan saya malu sama diri saya sendiri, yang ibadahnya belum sempurna tapi sok mau menasehati orang lain. And I can relate sih, rasanya diingetin buat ibadah sama yang bukan siapa-siapa kita (Hehe saya pernah gitu guys ke seseorang).

Finally, saya cuma mau bilang sih, it's okay buat punya prinsip yang beda dalam kehidupan beragama, tapi jangan mencoba memaksakan orang lain untuk mengikuti prinsip yang kamu yakini. Just let them be! Kamu bukan Tuhan, yang Maha Benar.







Tiba-tiba First Wedding Anniversary!

Time flies. Over one year living in marriage life already! Kata orang kehidupan pernikahan itu kompleks. Dan begitu gue menyelami dunia pern...

Popular Posts