Jumat, 29 Desember 2017

Ngomongin 2017

Tidak terasa udah di penghujung tahun 2017. Sebelum ngomongin resolusi tahun baru, nggak ada salahnya juga buat flashback setahun ke belakang.

To be honest I didn't think that this year was a bombastic year for me. Ya, saya ngrasa tahun ini datar-datar aja. Nggak ada pencapaian khusus yang bisa saya banggakan. Momen-momen yang saya lewati pun terasa biasa aja. Nggak tau ya, entah saya yang kurang memaknai momen itu atau memang momen itu biasa aja.

Tapi yang saya rasakan dari tahun ini adalah banyak pembelajaran yang saya dapat dari lingkungan sekitar saya. I learned many things from internet as well. Kalau dari lingkungan sekitar tentu banyak yaaaa. Salah satunya saat KKN. Ya mungkin KKN bisa jadi highlight of the year-nya saya, walaupun sekarang hype nya udah ilang. Di tempat KKN, saya belajar bahwa walaupun ada yang namanya tim, tapi kita ngga bisa sepenuhnya bergantung sama tim. Ada saat dimana tim ngga bisa diandalkan dan yang harus kita lakukan adalah tetep jalan sendiri.

Di tempat KKN saya juga belajar sama yang namanya nerima keadaaan. Ya, tentu keadaan disana ngga seenak di kota. Jadi ya terima aja apa yang di kasih. Kadang kalau saya ingat saya dan membandingkan dengan kenyamanan setelah balik lagi ke kota saya  jadi membatin sendiri "Buset, saya nerima banget yaa waktu itu."

Then saya belajar dari internet. Yaa saya merasakan kalau tahun ini memang gila banget yaa yang terjadi di dunia maya. Hate speech, clickbait, hoax, fenomena yang viral. Yes, I learn how to be a smart netizen. Daripada membalas komentar nyinyir atau komentar jahat, just report them. Pada social media saya sendiri, saya pun membuat rules tersendiri tentang apa yang bisa saya post, mana yang tidak perlu di post.

Oh ya, tahun ini saya sudah di tingkat akhir kuliah saya. Mau tidak mau saya harus berhadapan dengan skripsi. Saya belajar bahwa dalam hidup terkadang kita nggak punya pilihan lain selain menghadapinya. Jujur di awal proses skripsi ini saya merasakan beratnya tuntutan akademik ini. Ini berkali-kali lipat dibanding dengan tugas, ujian bahkan praktikum yang sudah saya lewati di semester sebelumnya. Tahun ini, skripsilah yang sering membuat konflik dalam diri saya. Terkadang, di satu sisi saya menyerang diri saya, namun di sisi lain saya juga membela diri dengan berbagai excuses. Ekspektasi dari orang sekitar untuk lulus cepat. Terlebih saat saya melihat progress teman yang cepat. Disini saya belajar untuk fokus ke tujuan saya sendiri. Everybody must have their own journey, right?

Saya merasakan bahwa ternyata ngumpulin niat nykripsi aja susah yaaa. Begitu pula buat istiqomah menjalaninya. Untuk menyemangati saya yang lagi kendor ini, mungkin yang perlu saya ingat adalah "Pain is temporary, degree is forever." Hmmm

Di bulan desember yang identik dengan kedamaian dan keceriaan natal ini, I had a sorrowful moment. Yeah, When SHINEE Jonghyun was reported he commited suicide. Di awal-awal saya suka K-POP, SHINEE jadi salah satu grup which I can't take my eyes of. Makanya waktu ada berita itu mood langsung turun and my day seems so gloomy for a several days later. The most heartbreaking fact is Jonghyun was not satisfied with his own music. Dia merasa nggak berbakat. Padahal everybody recognizes his voice was so damn amazing. Dari sini saya belajar ternyata ada orang yang masih merasa selalu kurang dari dirinya. I admit memang terkadang susah buat menerima diri sendiri. Mungkin karena fitrahnya manusia juga yang nggak pernah puas. Disini saya belajar buat lebih menerima diri sendiri dan menghargai hidup. Nobody is flawless.

Di tahun ini, saya merasa lebih mengenal diri saya sendiri. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, di tahun ini banyak momen di saat saya sendiri kemudian tiba-tiba saya aware kalau saya orang yang bla bla bla. Setelah menyadarinya, kemudian saya semakin sadar kalau individual differences begitu nyata. Dan balik lagi ke poin di atas, saya belajar untuk menerima dan mencintai diri sendiri apa adanya. Karena kalau bukan diri saya sendiri, siapa lagi? Pacar? Hell no. Tidak punya pacar tahun ini tidak masalah bagi saya. Karena saya pun menyadari kalau ternyata saya belum siap dalam tahap berkomitmen dengan orang lain dalam jangka panjang. Tahun depan pun saya belum kepikiran. Mungkin untuk hal yang ini saya cukup let it flow saja.

Oh ya. Tahun ini saya merasa adanya penurunan kualitas hidup saya. Saya merasa kalau saya tidak  serajin ketika jaman maba. Saat itu, hidup saya begitu teratur. I slept, eat, even pray well. Sekarang jam tidur saya aja geser jadi malem banget dan sering banget bangun kesiangan. Makan saya sekarang cuma dua kali sehari. Sejujurnya ini saya rada takut jadi penyakit sih. Sepertinya ini jadi catatan khusus buat saya tahun depan supaya hidup lebih baik lagi.

Saya sadar kalo semua orang pasti melewati ups and down. Saya bersyukur saya survived tahun ini dengan segala bumbu ceritanya. Saya nggak berharap banyak sih selain semoga tahun depan hidup saya lebih baik dari tahun ini. Saya berdoa semoga pundak saya semakin dikuatan dan hati saya semakin diteguhkan dalam menjalani tahun yang akan datang. Semoga Tuhan selalu melimpahkan kebahagiaan untuk saya dan orang-orang yang saya sayangi. Cheers!






Tiba-tiba First Wedding Anniversary!

Time flies. Over one year living in marriage life already! Kata orang kehidupan pernikahan itu kompleks. Dan begitu gue menyelami dunia pern...

Popular Posts