I’m
obsessed with black and white, but I forget there’s grey between them.
Dari dulu, kalau ditanya warna apa yang paling
saya suka, I would answer it’s blue. Blue sky especially. But, since I was
growing up, I started to develop my interest in black and white. I think black
is dark and mysterious while white is clean and pure.
Dalam konteks lain, saya mengibaratkan hitam
dan putih sebagai sifat manusia. Black is bad and white is good. Strictly.
Se-saklek itu. Saya berpikir jikalau manusia itu baik, selamanya dia akan baik.
Begitu pula dengan manusia yang jahat. Mungkin ini akan terdengar naif, tapi
saya selalu berpikir jika manusia itu jahat, nggak akan mungkin dia akan sejahat
itu. Hingga suatu ketika saya menghadapi
sesuatu yang belum pernah saya hadapi sebelumnya.
Pada saat itu, saya diberitahu tentang suatu
hal yang menodai kesucian image kebaikan seseorang yang saya kenal. Pada
awalnya saya denial. Masa sih orang yang tampak baik dan tak berdosa kayak dia
bisa melakukan hal-hal yang bertentangan dengan moral. Masa iya sih orang ini
melakukan hal yang tidak adil dengan cara playing with power? In my eyes, he’s
“white”, isn’t?
“Aku cuma mau ngasih tau kamu, Za. Ternyata ada
loh manusia yang jahat dibalik jubah putihnya.” Someone told me like that.
Hingga pada saatnya ditengah masa denial itu,
giliran saya sendiri yang terpercik noda hitam itu dari dia.
Ditambah dengan saya pun diberitahu kalau ternyata
dia punya track record tidak sesempurna itu sebelumnya.
Kaget? Jelas.
Tapi saya ngga melakukan apa-apa selain nggak
habis pikir sama orang ini. How come he turned into a devil?
Sejak saat itu, dia yang saya lihat sebagai
manusia putih yang baik memudar menjadi abu-abu. Dan sejak saat itu persepsi
saya terhadap orang lain juga berubah.
Nggak selamanya orang menjadi baik dan ngga
selamanya orang menjadi jahat.
Ngga selamanya orang menjadi tokoh protagonist
dalam kisah hidup orang lain. Mungkin kita sendiri pernah menjadi tokoh antagonis
dalam hidup orang lain.
Saya pun bercermin ke dalam diri saya sendiri.
Ya, hal itu memang benar. Saya pun ngga sempurna. I can be good as well as I
can be bad person.
But the one thing that I want to say
is…personally I can’t stand with injustice. Bagi saya, jika seseorang sudah
berlaku tidak adil, he/she is definitely bad #outoftopic #notmention
And another thing I learn is...trust none and be kind!