Jumat, 13 Juli 2018

A Self-Reminder

Waktu buka blog ternyata ada tulisan yang dibuat Desember 2017 dan belum dipost. It's better late than never, so here we go!




Suatu hari saat saya scroll feed Instagram, sebuah akun yang sering memposting tentang quotes memposting gambar berisi tulisan seperti ini.
Don't compare your journey. Run your race!
Saya tertegun beberapa saat. Bener banget ini quote! Saat itu saya memang sedang merasakan insecurity luas biasa karena kegabutan saya di semester ini. Ya, saya merasa insecure jika melihat teman-teman saya yang punya aktivitas lain seperti magang atau jadi asisten dosen. Saya sedikit merasa sedih karena kesempatan itu tidak saya dapatkan karena satu dan lain hal. Jujur saya merasa tertinggal jauh dan merasa hidup kurang berfaedah.

Balik ke cerita kegabutan saya tadi, saya pun mulai mencoba berpikir secara jernih. Dan saya pun berpikir dengan kembali mengembalikannya sepenuhnya kepada Yang Kuasa. Mungkin ada sesuatu yang lain dibalik keadaan saya yang merasa gabut ini. Everything happens for some reasons, right? Saya orangnya ngga relijius-relijius amat sih, tapi dengan berfikir dan mengembalikannya kepada Tuhan, saya merasa tenang. Mungkin dibalik kegabutan saya ini ada hal baik kecil maupun besar yang harus saya lakukan demi jadi orang yang lebih baik dari hari ke hari. Oleh karena itu saya mencoba berusaha mencari kesibukan dan produktif setiap harinya.

Balik lagi ke quote diatas, saya mengakui ternyata susah juga yaa buat nggak membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Apalagi di zaman sekarang yang mana medsos tengah naik daun. Banyak orang berlomba-lomba memposting apa yang terjadi dihidupnya, dilihat banyak orang bahkan tanpa sadar bisa mempengaruhi orang lain secara positif maupun negatif.

Setelah membandingkan apa yang dilihat di medsos orang dan real life diri sendiri, terkadang timbul rasa tidak puas dalam diri ini. Apalagi jika yang dibandingkan itu dengan orang yang lebih kaya, lebih pintar, lebih beruntung dan sebagainya. Saya mengalami hal itu dimana saya menjadi insecure, sedih, menyalahkan keadaan bahkan lupa bersyukur. Buruk sekali memang hal itu untuk kesehatan mental saya. Oleh karena itu saat ini saya sedang berusaha mengurangi frekuensi penggunaan medsos terutama Instagram dan fitur instastory-nya. Dengan begitu saya menjadi tidak begitu tahu bagaimana hidup orang lain dan lebih berfokus ke hidup saya sendiri. Doakan semoga berhasil yaa.

Apalah arti mengurangi penggunaan medsos jika dari diri sendiri masih aja dengan insecure membandingkan diri dengan orang lain. So, ini buat catatan ke diri sendiri juga sih : Accept yourself no matter what!




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tiba-tiba First Wedding Anniversary!

Time flies. Over one year living in marriage life already! Kata orang kehidupan pernikahan itu kompleks. Dan begitu gue menyelami dunia pern...

Popular Posts