Hari ini saya dateng ke sebuah seminar yang diadakan oleh salah satu perusahaan berbasis manufaktur kosmetik di Indonesia. Pembicaranya sangat inspiratif dan informatif. Tapi sepanjang seminar saya tidak terlalu konsentrasi menangkap apa yang disampaikan pembicara tersebut.Hal ini karena saya kepikiran ada janji bimbingan skripsi sama dosen.
Jadi saya mau cerita dulu. Setiap dihubungi untuk menanyakan kapan saya bisa bertemu dosen saya, beliau hanya menjawab dengan hari. Tidak spesifik menyebutkan jam. Ya sudahlah yaaa. Rencana awal saya mau pulang dari seminar ini sekitar jam 9 atau jam 10 untuk bertemu beliau. Tapi teman saya yang pagi ini juga ada bimbingan bilang kalau setelah dia bimbingan, dosen akan pergi keluar kampus.
JEDER!! Berasa ada petir menyambar. Eh enggak gitu juga sih.
"Untung tadi belum terlanjur cabut." kata saya dalam hati
"Tapi ntar gimana ya? Butuh bimbingan banget ini." Saya mulai sedikit cemas.
Dalam sanubari saya, saya tuh merasa bersalah aja kalo udah bikin janji tapi ngga bisa dateng. Walaupun beliau belum tentu 'ngeh' juga karena mahasiswa bimbingannya banyak. Sama seperti halnya dateng ke seminar ini. Tadinya saya juga nggak mau dateng gara-gara ada janji dengan dosen. Tapi ada rasa nggak enak gitu udah daftar malah ngga dateng. Padahal banyak yang mau ikut tapi kuota udah penuh. Ya udah deh finally saya bisa dateng ke dua agenda sesuai rencana. Walaupun akhirnya bimbingan di jam sore banget abis dosen saya ngajar.
Back to seminar. Jadi tadi salah satu pembicara menyampaikan begini:
Mon maap tadi badan saya emang di ruang seminar tapi pikiran di ruang dosen saya yang maha sibuk jadi lupa kalimat aslinya. Tapi intinya begitu."Jangan sampe hidup berdasarkan pendapat orang lain."
Setelah pulang ke kost saya jadi tertegun dan termenung. Bener juga ya kata pembicara tadi. Sepanjang saya hidup, saya masih sering memikirkan pendapat orang dalam menentukan sesuatu di hidup saya. Kadang ada hal yang saya mau lakukan, tapi saat saya minta pendapat orang lain, pendapat yang mereka ungkapkan tak jarang membuat saya batal melakukan hal tersebut.
Disaat semester tua seperti ini. Terkadang ada pendapat-pendapat orang lain yang bisa mempengaruhi. Orang lain berpendapat jangan kuliah lama-lama bla bla bla. Pendapat ini yang sering bikin saya uncomfortable mentally. Ngerjain skripsi pun berasa pengin buru-buru aja tanpa menikmati prosesnya.
Contoh lain yang lebih sederhana. Saya mau upload foto lalu meminta pendapat. Menurut saya foto itu bagus, tapi menurut orang yang saya tanya foto itu jelek. Akhirnya tidak jadi upload.
Well, kadang pendapat orang lain memang benar. Tapi yang menjalani hidup kita adalah kita sendiri. Yang menjalani hidup saya adalah saya sendiri. Saya yang tau keadaan saya sendiri. So, ini jadi reminder banget sih buat saya. Saya ini tipe orang yang ngga bisa mudah bodo amat sama pendapat orang lain. Pendapat itu saya pikirin terus.
From now on, I shouldn't mind others. This is my life. I do live by myself. I think by myself, I feel by my self, and I know my own life.
Keep it in mind ya, Za!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar