Sabtu, 19 Agustus 2017

Harapan dan Ketidakpastian

Hi There!

Sahabat Ali bin Abi Tholib pernah berkata "Aku sudah pernah merasakan semua kepahitan dalam hidup dan yang paling pahit ialah berharap kepada manusia"

Yeah that's what I feel now. Okay, disini gue bakal bicara dalam konteks gue-suka-sama-orang. Ya, ceritanya gue suka sama seseorang udah cukup lama. Banyak sih yang bikin gue suka sama orang ini. He's charming and smart. Dan dari yang gue liat sih tampaknya dia itu anak sholeh. Mungkin cewek-cewek yang juga suka dia bakal sependapat sama gue.

Setelah gue dan dia balik ke kampus masing-masing abis bertemu di suatu pelatihan di kampus, kita ngga pernah komunikasi. Yang namanya orang suka, pasti ngarep disukain balik kan? So do I.

Walaupun ngga ada tanda-tanda balesan itu, gue selalu nunggu dan berharap sama yang namnya ketidakpastian. Gitu terus bahkan sampai mengabaikan orang-orang yang terang-terangan bilang suka ke gue.

Gue kadang berpikir "Gue bodoh atau gimana ya? Kok terus-terusan berharap sama hal yang nggak pasti?"

Disatu sisi kadang gue membela diri. No, tepatnya menghibur diri kalo dia jadi viewer insta story gue. "Wah asik dia liat insta story gue nih. Jangan-jangan dia...." ya gitu intinya ngarep.

Sekarang nggak tau sih ini udah mencapai limit gue atau belum yang pasti gue udah mulai capek. Ya, gue capek berharap sama dia, yang selalu gue sebut contoh konkret ketidakpastian.

Mungkin ini saatnya gue berharap kepada DIA- sang Pencipta dia. DIA yang bisa bolak-balikin perasaan dia. DIA yang bisa bikin dia sadar kalo ada cewek yang suka dia dari waktu yang cukup lama.

Udah. Gitu aja.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tiba-tiba First Wedding Anniversary!

Time flies. Over one year living in marriage life already! Kata orang kehidupan pernikahan itu kompleks. Dan begitu gue menyelami dunia pern...

Popular Posts