Tak terasa hampir di penghujung tahun 2016. Terakhir
nulis di blog ini tahun 2015 saat semester 2 dan sekarang udah akhir semester
5. Yeah, time flies and I've been through many new amazing things. Sangat
banyak pengalaman baru yang saya dapatkan dan belum sempat saya ceritakan
disini. Most of them sangat menyenangkan dan membuat saya bersyukur bisa
menjadi bagian didalamnya.
Tapi ada hal yang masih sama dan belum berubah.
Mungkin proses itu akan terus berlanjut hingga sang pemilik skenario kehidupan
berkehendak. Ya, ini soal hati.
Hati saya ini masih tetap sama. Belum ada seorang pun yang masuk dan bertahan disana. Terkadang muncul rasa kegundahan tersediri dalam kesendirian ini. Ingin rasanya saya seperti mereka yang mempunyai teman lebih dari sekedar teman. Ingin rasanya saya bisa berbagi rasa dalam sebuah kebersamaan.
Adalah hal yang bodoh ketika saya membuka sosial media yang menampilkan hashtag relationship goals yang justru membuat saya makin baper. Untungnya, peer pressure yang saya alami dalam hal ini tidak begitu besar. In other words, teman-teman saya juga masih banyak yang jomblo hehehe. Namun tetap saja terkadang rasa gundah itu muncul.
Disaat perasaan gundah itu muncul, pikiran lain pun
muncul. Apakah saya kurang menarik? Baik dari segi fisik maupun kepribadian?
Jawabannya bisa jadi. Tapi sebagai mahasiswa psikologi yang belajar tentang
psikologi positif, saya mencoba menerapkan ilmu itu dalam situasi yang saya
hadapi. Yeah, dibandingkan memikirkan hal-hal yang kurang dalam diri saya (yang
dikhawatirkan justru malah mengarah ke hal-hal patologis), saya lebih memilih
untuk berfokus dengan potensi-potensi yang saya punya. Selain itu, saya
memiliki harapan. Sederhananya, instead of merenungi nasib kejombloan saya,
kenapa saya tidak memperbaiki diri saya terlebih dahulu?
Terkadang saya pun bertanya kepada Tuhan, kenapa saya belum diizinkan untuk menjalin hubungan spesial dengan seseorang hingga saat ini? Mungkin jawabannya adalah Tuhan sengaja membuat saya memperbaiki diri yang masih banyak kekurangan sana-sini. Mungkin Tuhan sengaja melindungi diri saya dari hal-hal negatif pacaran. Mungkin Tuhan sedang menguji kesabaran saya. Mungkin Tuhan sedang mempersiapkan yang terbaik. Mungkin di satu sisi Tuhan juga sedang membuatnya (re: My Unknown Mr. Right) memperbaiki diri juga.
Selama ini saya sering bertemu dengan seseorang yang menarik bahkan membuat saya kagum. But, it's not enough. Dari sini saya belajar bahwa love is not that simple.
Terlepas dari kesendirian saya, saya masih bisa bahagia tuh!
Mungkin saat ini saya belum mempunyai special one yang mengajak saya jalan dan makan bareng.
Mungkin saat ini saya belum mempunyai special one yang siap sedia mengantar saya kemana saja.
Mungkin saat ini saya belum mempunyai special one yang mendengar curhatan saya dan menyemangati saya.
Mungkin saat ini saya belum mempunyai special one yang menggenggam tangan saya sambil menatap saya hingga membuat saya salah tingkah.
Mungkin saat ini saya belum mempunyai special one yang membuat saya rindu ketika tak bersama.
Ya. Saya beruntung mempunyai teman-teman kuliah dan di organisasi yang bisa membuat saya bahagia tanpa special one. Saya pun mempunyai keluarga yang mendukung saya secara penuh sepanjang waktu. So the point is, Tuhan pasti punya cara lain untuk membuat seseorang bisa merasakan kebahagiaan. Tinggal bagaimana orang itu memaknainya. Soal jodoh? Saya tertegun dengan quote Tere Liye "Lepaskanlah, jika memang dia cinta sejatimu maka dia akan kembali dengan cara yang mengagumkan."
Ya. Semoga.
sangat menginspirasi para jomblo. khususnya saya ^^
BalasHapusOmg! I've just seen your comment for a long time. Pokoknya semangat buat kita ya, es! I believe we all will find our true love someday and we deserve to be loved the right way :) *hug*
HapusZa, kamu harus sering menulis 💕💕💕💕 karena membaca tulisan izza seperti membaca tulisan orang selevel tere liye rupanya. Uww Izza 😘😘
BalasHapusAww terimakasih sunbaenimkuuu! Bisa aja yaaa komentarnya bikin terbang! I'll try my best next time! Semangat untuk kita semua! :)
Hapus